Kecerdasan Anak Tidak Selalu Ditentukan Oleh Genetik (Warisan) -->

Kecerdasan Anak Tidak Selalu Ditentukan Oleh Genetik (Warisan)

Moh Ridlwan

Saya yakin di kehidupan yang serba mudah ini kita mendengar seorang anak berusia 5 tahun ada yang hafal Al-Quran dan ada yang mengerti lebih dari dua bahasa berbedai di dunia. Lalu, pernahkah terlintas di benak kita untuk memiliki anak secerdas itu?

Keinginan ini tidak dinafikan dari keinginan semua orang yang pastinya menginginkan anak-anaknya memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Perbedaan kecerdasaan setiap orang ini membuat kita berpikir kerasa apakah kecerdasan anak karena faktor alamiah dari lahir atau karena didikan orang tuanya?

Kita mulai berpikir bahwa tingginya tingkatan kepintaran orang adalah karena alamiah dari lahir. Benarkah?

Kita pahami bahwa semua orang yang laihir di dunia terlahir dalam keadaan yang sama, tidak mengerti apa-apa, atau lebih mudahnya adalah seperti kertas kosong. Jika mengangpnya demikian, maka kertas kosong bisa diisi berbagai macam pengetahuan atau hanya satu pengetahuan saja. 

Tapi kita harus sadari bahwa kertas kosong tidak sepenuhnya bersih dan pasti mempunyai bekas dari sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa anak masih mewarisi dari pendahulunya.

Meskipun demikian, masa depan anak tetap tergantung pada etos kerja dan lingkungannya. Banyak orang cerdas di dunia ini tapi tidak bisa berbuat banyak. Ini karena, mereka tidak mengetahui bakat dan minat dirinya sehinggal tidak mampu untuk mengeluarkan kecerdasan terbaiknya.

Di lain pihak, ada yang punya banyak peluang dengan melawan dan melakukan hal-hal briliant. Walapun pendahulunya adalah orang-orang yang biasa saja.

Pertanyaan sekarang, bisakah orang biasa memiliki ide brilian?

Perbanyak baca buku. Kalau buku telah menjadi teman kita, tentu akan banyak ilmu yang terserap dan ide-ide akan bermunculan. Buku akan menjadi membngkitkan ide-ide yang cemerlang yang tidak disadari ssebelumnya.

Mari latih membaca agar menjadi kebiasaan. Jika telah menjadi kebiasaan, maka semakin hari kita akan semakin membaik.

Bergaul dengan orang-orang pintar. Jika kita bergaul dengan orang pintar, ajaklah orang-orang pintar untuk berdiskusi dan saling tukar pikiran. Jika ingin membuat otak kita lebih tajam, pintar, dan cepat, maka wajiblah kita banyak menghabiskan waktu dengan orang pintar, mereka akan membawa kita ke dalam suatu ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki oleh pikiran kita sebelumnya.

Ini akan meningkatkan standar dan akan menilai seberapa pintar kita bisa menilai diri sendiri. ini meregangkan bagaimana cara otak bisa berpikir "Jika mereka tahu semua itu, mengapa saya tidak? saya akan mencari tahu!".

Selalu berperasangka baik pada oranga lain. Bodohnya jika kita merasa orang terpintar, dengan berkata " Oh, itu sungguh tidak relevan sama saya, saya tidak butuh informasi itu."

Orang pintar adalah mereka yang selalu bilang, "Itu sangat menarik! saya tidak tau akan hal itu, ya, saya ingin tau selebihnya!".

Bagaimana pun juga pengetahuan yang kamu serap pastinya ada sebuah nilai kebaikan. Orang pintar selalu merangkul ilmu pengetahuan yang datang kepada diri mereka, karena itu, mereka selalu mencari kesempatan untuk mengembangkan kesadaran akan dunia ini.

Pekerja Keras. Siapa pun yang berpikir menjadi "pintar" adalah jalan yang sangat sulit. Belajar dan berkembang seharusnya menyenangkan, tentunya kamu harus menikmati apa yang kamu rasakan, sebab faktanya kerja keras untuk menggali keahlian adalah jalan satu-satunya untuk mempelajari sesuatu luar dan dalamnya.

Apa yang mereka lakukan adalah selalu memecahkan suatu masalah yang ada. Mereka tumbuh dengan prinsip ini secara terus menerus secara konstan.

Ini adalah kunci peningkatan, dan kecerdasan secara umum.

Karena orang biasa bekerja dengan apa yang mereka miliki, dan karenanya menjadi brilian sebagai hasilnya.

Inilah jawaban yang bisa saya berikan.