Tips Sukses Bertobat -->

Tips Sukses Bertobat

Moh Ridlwan

Cafe Zain N Bima

Islam merupakan agama yang menuntun manusia untuk selalu melakukan kebaikan, baik secara fisik maupun secara batiniah. Sedangkan manusia, dalam terminologi Arab, disebut "insan" dari epistemologi "anas" yang berarti akrab atau intim. Artinya, semenjak seseorang lahir ke dunia hingga mati, seseorang diidealkan untuk selalu menjaga harmonis kehidupan yang dibekali dengan kecerdasan dan kepintaran berbeda-beda agar saling memahami.

Modal dasar di atas kadang tidak cukup. Dengan kecerdasan yang dimiliki, seseorang sering menyalahgunakan kepintarannya, seperti, membuat orang lain dirugikan atau kepintarannya digunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Bila demikian, maka secepatnya untuk memohon ampunan kepada Allah dengan cara bertobat.

Tobat dalam literatur Islam bermakna kembali. Maksudnya, orang yang bertobat adalah orang yang kembali ke jalan Allah dan meninggalkan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah. Imam Bukhori meriwayatkan hadis Rasulullah, "menyesali kesalahan adalah bentuk tobat."

Menurut sebagian Ulama Fiqh, tobat adalah menyesali penyelewengan yang telah dilakukan dan meninggalkannya secara langsung serta dengan mantap untuk tidak melakukan kembali.

Secara umum, tobat adalah menyesali kesalahan dengan cara meninggalkannya. Artinya, orang tidak mungkin bertobat dari suatu tindakan yang tetap dilakukan. Tobat merupakan bentuk kesadaran manusia yang berada dalam perilaku buruk.

Pertanyaannya, apakah dengan bertobat akan langsung diampuni oleh Allah?
Mengutip dari Buya Yahya melalui chanelnya (https://youtu.be/ZoDLsgokRVg) disebutkan bahwa tandanya tobat yang diterima oleh Allah sebagai berikut:

Pertama, orang yang bertobat akan sangat menyesali dosa yang telah dilakukan. Semakin seseorang ingat dosanya, semakin menyesal orang tersebut dan semakin memperbanyak membaca istigfar.

Buya Yahya mencontohkan tobat yang sederhana, "Misal, ketika orang biasa shalat tahajud dan kemudian tidak bangun untuk shalat, orang tersebut sangat menyesali karena tidak bangun untuk shalat tahajud. Begitu pun dengan orang yang melakukan sesuatu yang tercela menurut Allah, ia akan lebih menyesali perbuatannya."

Kedua, tobat adalah kembali kepada Allah. Artinya, orang yang bertobat akan semakin dekat kepada Allah. Allah akan menggerakkan hatinya untuk selalu beribadah kepada-Nya agar menjauh dari maksiat.

Tips Berhenti Bermaksiat

Berhenti bermaksiat kepada Allah akan sangat sulit dilakukan karena telah menjadi watak. Seorang sufi, Syekh Ibrahim bin Adham memberikan nasihat agar orang berhenti melakukan maksiat.

Nasihat pertama, bermaksiatlah ketika Allah tidak melihatnya.

Pada umumnya, banyak orang menghindari melakukan maksiat ketika akan dilihat orang lain seperti tetangga dan teman-teman. Orang akan melakukan dosa atau maksiat ketika merasa dirinya tidak dilihat orang lain.

Jika orang tidak bisa bermaksiat karena ada orang yang akan melihatnya, bagaimana mungkin akan bermaksiat sedangkan Allah swt., selalu melihat hambanya baik di bumi maupun di planet lain.

Nasihat kedua, jika ingin melakukan dosa atau bermaksiat, jangan memakan rizki dari Allah.

Kata Syekh Ibrahim bin Adham, "Jika Engkau terus melakukan dosa atau maksiat, masih pantaskah makan rezeki Allah sementara Engkau masih melanggar perintah-Nya dan melakukan larangan-Nya? Misal, kalau engkau menumpang makan kepada orang lain kemudian mengecewakannya dan Engkau mengetahui perbuatanmu, masihkah Engkau tidak merasa malu menumpang makan kepadanya?"

Nasihat ketiga, jika masih melakukan dosa atau bermaksiat, jangan tinggal di bumi Allah.

"Sederhananya," menurut Ibrahim bin Adham, "Engkau bertamu di rumah orang dan makan di sana, tetapi Engkau melecehkan aturan yang ada di rumah, apakah pantas tinggal di rumah orang tersebut? Apakah tidak malu dengan apa yang telah diperbuat? Bumi ini adalah milik Allah. Jika mau bermaksiat, jangan lagi tinggal di buminya."

Nasihat keempat, jika seseorang ingin melakukan dosa dan bermaksiat, jangan mau bila suatu saat ada malaikat datang ingin mencabut nyawanya.

Sebab, jika tidak bisa menolaknya, bagamana mungkin akan melakukan dosa dan maksiat sedangkan maut bisa datang kapan saja. Orang yang mati dalam suul khatimah akan berada di neraka Allah.

Tobat kepada Allah dan menjauhi segala larangan dan mematuhi perintah Allah swt., bukan perkara mudah bagi ahli maksiat, tetapi jika ada keinginan untuk bertobat, Allah akan memberikan jalan untuk meraih ridho Allah swt. Selain itu, Allah swt., akan senang pada hambanya yang selalu bertobat. Bertobat bukan hanya sekali tapi dilakukan secara berulang-ulang karena orang yang selalu bertobat akan dicintai Allah, seperti dalam firman-Nya,

"ان الله يحب التوابين"

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang selalu bertobat”