Duo Manchester Beda Nasib di Pekan ke-8 -->

Duo Manchester Beda Nasib di Pekan ke-8

Moh Ridlwan

Ole Gunnar Solskjaer meratapi kekalahan timnya di pekan ke-8

Pada pekan ke-8 Premier League, Duo Menchester (City dan United) mengalami nasib berbeda, di mana City sukses mengandaskan Burnley 2-0 dan United babak belur dihajar Leicester dengan skor 4-2.

City yang bertajuk sebagai tuan rumah mendominasi perjalanan permainan dengan penguasaan bola 71%. Gol-gol City dicetak oleh Silva di menit 12 dan De Bruyne, menit 70.

United sungguh sial. Meskipun menurunkan sekuat terbaiknya, United dihajar habis-habisan oleh Leicester. Gol-gol tersebut dicetak oleh Tielemans di menit 30, Suyoncu di menit 78, Vardy di menit 83, dan Daka, menit 90+1. Sedangkan gol United dicetak oleh Greenwood di menit 19 dan Rashford di menit 82.

Kekalahan ini merupakan kedua kalinya bagi United di Premier League musim ini. Selain itu, United juga telah seri dua kali. Lebih tragis lagi, United tidak mampu menang tiga kali secara beruntun.

Hal ini berbalik untuk rival sekotanya. Di Premier League, City hanya menelan kekalahan satu kali dan seri dua kali. Dengan demikian, City lebih berhak berada di atas United dalam posisi klasmen sementara dengan selisih 3 poin.

Secara komposisi pemain antara City dan United tidak berbeda jauh, kedua Manchester tersebut sama-sama menurunkan skuat terbaiknya, tapi hanya beda nasib.

Berikut komposisi pemain kedua Manchester pada pekan ke-8

Manchester City (4-3-3): Zack Steffen; Joao Cancelo, John Stones, Aymeric Laporte (kuning 45+2) (Ruben Dias 72), Nathan Ake; Kevin De Bruyne (Fernandinho 84), Rodri, Bernardo Silva (Cole Palmer 90+1); Riyad Mahrez, Phil Foden, Raheem Sterling.

Pelatih: Josep Guardiola

Manchester United (4-2-3-1): David De Gea, Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire, Luke Shaw, Paul Pogba, Nemanja Matic (Scott McTominay 80’), Mason Greenwood (Jesse Lingard 80’), Bruno Fernandes, Jadon Sancho (Marcus Rashford 67’), Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Kekalahn demi kekalahan di semua kompetisi musim ini menandakan United mampu bangun dari musim sebelumnya, United masih kesulitan mengamankan poin penuh.

Ronaldo yang diharapkan menjadi juru selamat bagi United juga tidak mampu berbuat banyak dan kekalahan demi kekalahan terus menghantuinya.

Namun bagi City, dengan sekuat yang tidak jauh berbeda dari musim sebelumnya tetap perkasa dan membuat lawan gentar untuk menghadapinya.

Jika kekalahan demi kekalahan terus menghantuinya, siapakah yang patut disalahkan?

Semua pemain dan pelatih Manchester United.