Masyarakat mengira mereka tahu Paris Hilton melalui kacamata berita utama tabloid beracun di awal tahun 2000-an. Namun segalanya berubah ketika dia membagikan cerita dari sisinya. Dan melalui rilis teatrikal film dokumenternya Ikon tak terbatas: memori visualmulti-tanda hubung berusia 44 tahun ini mendefinisikan ulang apa sebenarnya “sliving” di dunia saat ini.
“Masuklah ke dalam duniaku dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya,” goda artis “Stars Are Blind” itu di Instagram pada akhir tahun 2025. “Ini adalah perjalananku melampaui berita utama, melewati keraguan, dan masuk ke dalam hati siapa diriku sebenarnya. Dari menghadapi momen terberat hingga mengubahnya menjadi kekuatan terbesarku, film dokumenter ini adalah tentang transformasi, ketahanan, dan merayakan setiap bagian dari kisahku.”

Dalam dokumen multi-bab, Paris menceritakan kisahnya sendiri. Dari dicap sebagai “idiot” oleh berita utama media yang ketinggalan jaman dan beracun hingga menemukan kedamaian di dunia klub, DJ ini menyelidiki bagaimana musik menyelamatkan hidupnya. Dia mungkin ahli waris yang kaya raya, namun masuknya Paris ke dalam musik pop bukan sekadar “tipu muslihat”, seperti yang dinyatakan dalam dokumen tersebut.
Beberapa orang mungkin berasumsi bahwa album self-titled pertamanya hanyalah sebuah fase, tetapi film dokumenter Paris menyatukan semuanya Ikon tak terbatas album melalui gambar-gambar nostalgia, berkilauan dan berwarna pastel, semuanya disinkronkan dengan ritme techno yang kini menguasai panggung. Kali ini panggung itu miliknya, bukan milik orang lain.
Meskipun musik adalah jantung dari film Paris, ia mengungkap inti kehidupannya, termasuk tahun-tahunnya yang disalahpahami sebagai seorang dewasa muda yang tumbuh di mata publik, rekaman seks yang dimanipulasi untuk direkam, dan dugaan pelecehan emosional, fisik, dan seksual yang ia hadapi di Sekolah Provo Canyon. Meski patah hati, Paris menemukan kebebasan pribadinya melalui musik.
Film dokumenter ini juga memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan keluarganya bersama suaminya Carter Reum dan kedua anak mereka, London dan Phoenix, atau sebagaimana Paris menyebutnya, cinta dalam hidupnya.
Ikon tak terbatas: memori visual akan dirilis di bioskop pada hari Jumat 30 Januari.